Fungsi dan
Peran Naskah dalam Program Audio Visual
. Naskah merupakan sebuah landasan yang diperlukan
untuk membuat sebuah program audio visual.
Sebuah naskah
mempunyai peran sentral dalam produksi sebuah program video dan televisi.
Fungsi naskah dalam produksi program video dan televisi adalah sebagai berikut:
- Konsep dasar (basic concept)
- Arah (direction)
- Acuan (reference)
Sebuah naskah adalah ide dasar yang
diperlukan dalam sebuah produksi program audio visual. Kualitas sebuah naskah
sangat menentukan hasil akhir dari sebuah program. Sebuah naskah pada umumnya
berisi gambaran atau deskripsi tentang pesan atau informasi yang disampaikan
seperti alur cerita, karakter tokoh utama, dramatisasi, peran/figuran, setting,
dan property atau segala hal yang berkaitan dengan pembuatan sebuah program audio
visual.
Sebuah naskah juga digunakan
sebagai referensi oleh sutradara dan kerabat kerja untuk mewujudkan sebuah ide
atau gagasan menjadi sebuah progam audio visual yang komunikatif. Semua upaya
kreatif dalam produksi dari sutradara dan kerabat kerja mengacu kepada
sebuah naskah.
Dalam produksi program audio
visual, naskah memiliki peranan penting, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Sebagai pedoman utama dalam
pelaksanaan produksi
2.
Sebagai dasar penentuan
peralatan yang akan dipergunakan
3.
Sebagai dasar penghitungan
anggaran
4.
Sebagai dasar
penentuan pemeran
5.
Sebagai dasar penentuan
kerabat kerja yang diperlukan
6.
Sebagai dasar penentuan
kostum
7.
Sebagai dasar penentuan
lokasi/dekorasi
8.
Sebagai dasar pedoman
pengambilan gambar/shooting
9.
Dan yang terkait dengan proses
produksi program lainnya.
SEJARAH INTERNET
Pada awalnya
intenet merupakan jaringan komputer yang di bentuk oleh departement pertahanan
america serikat di tahun 1969 , melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (advanced research
projeck agency network ) , dimana mereka mendemontrasikan bagaimana dengan
hadware dan sofware komputer yang berbasis UNIX ,agar bisa melakukan komunikasi
dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon .
Proyek
ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan , seberapa besar informasi dapat
dipindahkan, dan akhirnya semua setandar yang mereka tentukan menjadi cikal
bakal sebagai TCP/IP (transmission control protocol/internet protocol) .
Sejarah
dari Perkembangan Storyboard
Sroyboard pertama kali di kembangkn di
studio welt disney pada awal tahun 1930-an. Perkembangan stroryboard di disney
berawal dari repolusi buku buku kontak yang berbentuk sketsa cerita yang telah
dibuat pada tahun 1920 yang bertujuan untuk menggambarkan konsep mata pelajaran
kartun yang animasi pendek seperti film plane crazy dan sremboat willie. Dalam
buku the story of well disney (itenriholt,1956),drane disney liter menjelaskan
bahwa storyboard pertama kali di ciptakan pada tahun 1933.Storyboard peertama kali dibuat oleh seorang animator
bernama WEBB SEMITH ide disebut diambilnnya dari gambar adegan pada lembaran
kertas yang terpisah yang disusunnya pada papan bulenn untuk membuat urutan
cerita . Selanjutnya studio walter lantz production pada awal 1935 menjadi
studio kedua yang mulay mengembangkan sketsa cerita menjadi storyboard .
Pada tahun 1936 , HARMAN ISING dan LEON
SCHLESINGER juga mulai menerapkan konsep storyboard . akhirnya sejak 1937- 1938
,hampir semua studio mulai menggunakannya storyboard sebagai pengganti sketsa
cerita .
PENGERTIAN WEB
Web 2.0 adalah website yang mendapatkan value
dari aksi aktipitas kegiatan usernya sendiri
terjadi interaksi antara user dengan websitenya.contoh aksi user bisa
kita jumpai di website wiki pedia,ensiklopedia,yang di tulis dan di edit oleh
user,youtube,vidio sharing,berdasarkan kiriman user,flickr situs dimana user
bisa mengirim membagi gambar.
Beberapa ciri-ciri website 2.0
adalah :
Menggunakan
internet sebagai platform,aplikasi tersebut dijalankan langsung diatas broswer
dan bukan diatas satu sistem operasi tertentu.aplikasi web 2.0 memiliki sifat
yang unik yaitu memanfaatkan kepandaian banyak orang secara kolektif.sebagai
hasilnya,muncullah basis pengetahuan yang sangat besar karena hasil dari
gabungan pengetahuan banyak orang.
Kekuatan aplikasi
web 2.0 terletak pada data aplikasi web 2.0 selalu di update terus menerus
sifatnya layanan.aplikasi web 2.0 menggunakan teknik-teknik pemrograman yang
ringan, SPT AJAK (Asynchronous Java
Scipt and Xml) dan RSG
Metode untuk mengontrol Animasi
1.full
explite control
Animator mengontrol seluruh anuimasion seluruh
kontrol animasi dengan segala perintah-perintah yang akan dilakukan dalam
animasi,bahkan untuk data-data seperti animasi informasi dan rotasi dilakukan
secara ekspilisit atau bersdasarkan inputan dan mouse keyboard joystik.
2.procedural
Control
Berdasarkan komonikasi antara obyek untuk
mendapatkan propetntya control yang terjadi adalah control antara satu obyek
yang lain misalnya : suatu obyek bola tidak boleh melewati obyek yang di
dinding.
3.Constnaint
– based system
Pengertian terjadi karena pengaruh obyek lain,
dimana obyek tersebut berinteraksi.
4.Tracking
Live action
Pengontrolan terjadi karena berdasarkan
kenyataan yang ada sesuai dengan dunia nyata.
5.Kinematis
and Dynamis
Kinematics berdasrkan posisi dan kecepatan
dari point.